Arsip Berita Terbaru

Polling

Bagaimanakah Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

BAP3DA Kebumen Gelar Seminar Publikasi Bertajuk "Hasil-Hasil Riset Unggulan Daerah"

17 Oktober 2017 15:19:10 WIB dibaca 83 kali

KEBUMENKAB.GO.ID-BAP3DA Kabupaten Kebumen menggelar seminar publikasi bertajuk" Hasil-hasil Riset Unggulan Daerah Kabupaten Kebumen 2017" di Ruang Jatijajar Hotel Candisari Karanganyar, Selasa (17/10). Seminar dihadiri 175 peserta  dari masing-masing OPD, para camat, peneliti, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan instansi terkait lainnya. Adapun materi yang  dibahas dalam seminar ini diantaranya adalah pemetaan potensi ekonomi desa dan sistem jaringan kawasan pedesaan untuk mendorong diversifikasi produk unggulan desa dan kawasan pedesaan di kawasan wisata pesisir menganti Kabupaten Kebumen. Selain itu juga dipublikasikan hasil analisis produksi gula dari nira kelapa genjah entog yang dilakukan peneliti dari UGM Yogyakarta, Prof.DR.Ir Umar Santoso M.Sc, serta penelitian terkait strategi pengembangan beras mutiara Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung yang diteliti oleh dosen STIE Putra Bangsa Kebumen, yakni Nur Khasanah SE,M.Si. Serta studi kelayakan pengelolaan usaha pembibitan dan penggemukan sapi PO Kebumen yang diteliti oleh Disen UMNU Kebumen, Nunur Nuraeni, S.Pt, MP. Kepala BAP3DA Kabupaten Kebumen, Ir.H.Djoenedi Faturohman M.Si mengatakan bahwa hasil-hasil riset tersebut nantinya akan dijadikan bahan masukan dalam penyusunan program atau kegiatan yang berkaitan dengan substansi riset. "Sehingga potensi dan kemampuan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat lebih dioptimalkan," jelas Ir.H.Djoenedi F,M.Si. Ir.H.Djoenedi juga memaparkan produk gula dari nira diprediksikan akan mengalami penurunan apabila tidak diantisipasi sejak dini. Pasalnya,  akan semakin berkurang jumlah orang yang akan memanjat ketinggian pohon kelapa untuk mengambil nira. "Karena itu kita tengah memprogramkan untuk menggantikan pohon kelapa tersebut yang tumbuhnya lebih rendah dan mudah di jangkau oleh penderes yakni dengan menanam kelapa Genjah Entog yang pohonnya relatif pendek dengan kualitas nira yang dihasilkan juga cukup baik. Dengan demikian, diharapkan kedepannya produk gula dari nira tidak mengalami penurunan," ujar Ir.H Djoenedi. Sedangkan terkait dengan beras mutiara, peneliti Nur Khasanah mengusulkan agar strategi pengembangan beras mutiara  hendaknya  mengubah kelembagaan Mutiara Baru menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). "Meski demikian tetap memperhatikan pelatihan-pelatihan pengembangan usaha dan mentoring. Pelatihan teknologi informasi untuk tenaga pemasar, karyawan dituntut untuk berinovasi, melakukan efisiensi produksi, meningkatkan aktivitas promosi dan lainnya. Melalui strategi-strategi tersebut eksistensi beras mutiara dapat lebih maju dan berkembang dengan baik," jelas Nur Khasanah dalam presentasi makalahnya. Pada kesempatan akhir, Kepala BAP3DA berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan di Kabupaten Kebumen. "Selain itu juga dapat meningkatkan sumberdaya dan lembaga penelitian dalam membantu memecahkan permasalahan-permasalahan pembangunan di daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tutup Ir.H.Djoenedi.F, M Si.(admin/mn)

Sumber : http://kebumenkab.go.id/index.php/public/news/detail/5131