Polling

Bagaimanakah Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

SOSIALISASI PAMSIMAS TINGKAT KABUPATEN TAHAP I

Administrator 19 Maret 2018 08:51:45 WIB dibaca 248 kali

Dalam upaya pencapaian universal akses, terdapat angka 100 0 100 yang merupakan angka Target yang dikenalkan oleh Kementerian PU dalam RPJMN 2015-2019. Angka tersebut, Terdiri dari 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Hal tersebut sejalan dengan isu strategis post MDG’s serta RPJPD Provinsi Jawa Tengah yang akan berakhir tahun ini. 
Kebupaten Kebumen pada tahun 2017, telah mencapai angka akses air minum sebesar 87,16% terdiri dari Jaringan perpipaan baik PDAM maupun pedesaan sebanyak 12,28% dan Bukan Jaringan Perpipaan/ sumur terlindungi sebesar 74,88%. Data tersebut dipaparkan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kebumen dalam acara sosialisasi pamsimas tingkat kabupaten baru-baru ini di hotel Candisari kebumen.


Sesuai dengan Kebijakan dan strategis Kabupaten Kebumen bidang air minum tahun 2016 - 2020, scenario pencapaian universal akses adalah sebagai berikut: 
•Perpipaan PDAM = 27 % 
•Perpipaan Non PDAM = 35% 
•Sumur Terlindungi = 38% 
Kebijakan tersebut didukung oleh sinergi dari banyak OPD diantaranya, DPUPR, Dinkes, DispermasdesP3A, serta PDAM Kabupaten Kebumen. Adapun program-programnya meliputi: 
•PEMBANGUNAN SARPRAS AIR BERSIH UNTUK MBR (DPU), untuk Pengembangan SR bagi MBR (Hibah) untuk desa Eks Pamsimas serta pembangunan jaringan distribusi PDAM 
•PEMBANGUNAN SPAM PEDESAAN, dari sumber dana DAK ataupun APBD untuk Pembangunan SPAM Pedesaan Rawan Air yang bersifat Kontraktual, serta pengembangan SR 
•PAMSIMAS, seperti yang sedang kita sosialisasikan yaitu Pembangunan SPAM Pedesaan yang memiliki skema Pemberdayaan Masyarakat, sehingga diutamakan untuk desa-desa yang memiliki potensi air cukup melimpah untuk menambah SPAM dan Pengembangan SR. 
•REHABILITASI/ PEMELIHARAAN AIR MINUM 
Untuk rehabilitasi SPAM baik Desa eks Pamsimas / desa eks DAK Air Minum/ serta untuk Bantuan Perpipaan 
•PEMANTAUAN KUALITAS AIR MINUM yang ada di Dinkes, untuk meningkatkan kualitas sumur terlindungi 
•Serta adanya program darurat melalui droping air bersih, untuk mencukupi kebutuhan air bersih pada saat kekeringan. 

Kebijakan PAMSIMAS, lebih ditujukan untuk penambahan SR untuk pedesaan, sehingga sasarannya adalah desa yang memiliki sumber air mencukupi. Dengan skema pemberdayaan masyarakat, maka keberadaan sumber air yang mencukupi tersebut lebih menjamin keberlanjutan program di masyarakat. 
Sedangkan untuk desa rawan air, lebih diarahkan untuk kegiatan berskema kontraktual. 

Sosialisasi tingkat Kabupaten Pamsimas 2019 merupakan salah satu tahapan awal penjaringan minat desa untuk ikut serta dalam Program Pamsimas 2019. Diharapkan kita mendapatkan calon desa Pamsimas 2019 sebanyak 25 s.d 30 desa. Sedangkan dari APBD, kita sudah mengalokasikan anggaran 1,077 Milyar di tahun 2019. 
Dalam acara hari ini, kami mengundang 36 Kepala Desa beserta BPD yang tersebar di 12 Kecamatan yang berdasarkan data kami, belum pernah mengikuti program Pamsimas serta memiliki sumber air yang mencukupi. 

Kenapa Pamsimas?
Ada beberapa hal keunggulan Pamsimas dibandingkan program yang lain. Terutama dengan skema pemberdayaan masyarakat, maka masyarakat yang lebih mengerti kebutuhan di wilayahnya, kemudian dapat diimplementasikan dalam rencana kegiatan beserta fisiknya dengan bantuan fasilitator. Dengan cara ini, maka hasil yang diperoleh lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Pamsimas. 
Saat ini beberapa desa pamsimas sudah mulai menjadikan SPAM yang dibangun melalui pamsimas menjadi unit usaha BUMDES.  Tentunya hal ini dapat memberikan dampak positif bagi desa, bagi masyarakat ataupun bagi program Pamsimas itu sendiri. Bagi desa, pengelolaan air minum dapat menjadi sumber pendapatan bagi desa, bagi masyarakat sudah pasti karena secara menerima manfaat langsung terhadap pelayanan air minum.  Bagi program Pamsimas, akan lebih terjamin keberlanjutannya.