Polling

Bagaimanakah Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

KONSULTASI PUBLIK RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2020

Berita Terbaru 18 Januari 2019 09:24:03 WIB Administrator dibaca 155 kali

Dalam rangka pembahasan rancangan awal RKPD Kabupaten Kebumen Tahun 2020, sesuai Permendagri no. 86 Tahun 2017, Rancangan Awal RKPD dibahas di forum Konsultasi Publik bersama seluruh kepala perangkat daerah dan pemangku kepentingan, untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan. Acara forum Konsultasi ini diadakan oleh Bap3da Kab.Kebumen di komplek pendopo Rumah Dinas Bupati kamis (17/1) kemarin.

Tahun 2020 menjadi tahun yang dianggap sangat penting dan strategis karena merupakan tahun terakhir pelaksanaan visi dan misi pembangunan daerah yang tercantum dalam RPJMD 2016–2021. Sebagai tolok ukur kinerja selama Bupati menjabat dan dapat dilihat dari indikator kinerja utama (IKU) daerah. Dari hasil evaluasi atas capaian 26 IKU daerah, ada 21 indikator yang sudah tercapai, sedangkan 5 indikator lainnya masih dalam kategori optimis tercapai.Kemudian selain itu, kinerja perangkat daerah juga diukur dari 103 IKU perangkat daerah dimana ada 92 indikator yang sudah tercapai maupun optimis tercapai, sedangkan 6 indikator lainnya masih memerlukan upaya keras serta 5 indikator yang sudah beralih menjadi kewenangan Provinsi. Harapannya kinerja para Kepala OPD dapat ditingkatkan terkait dengan 6 indikator yang belum bisa tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi IKU yang ada, maka pada tahun 2020 akan difokuskan pada Pemantapan Perekonomian Daerah Menuju Agrobisnis Bagi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan dan sekaligus sebagai Tema Pembangunan di Kebumen, dengan 5 prioritas yaitu ekonomi kerakyatan; penanggulangan kemiskinan; kualitas SDM; daya saing daerah; dan tata kekola pemerintahan yang baik dan bersih.

Selanjutnya, terkait penanggulangan kemiskinan, apresiasi kepada seluruh OPD atas peran aktifnya selama periode 3 tahun kepala daerah (2015-2018) angka kemiskinan bisa diturunkan sebesar 2,97% (0,99% per tahun) atau penduduk miskin turun berkurang sebesar 33.240 jiwa (10.403 jiwa per tahun). Bahkan angka kemiskinan pada tahun 2018 sebesar 17,47% sudah lebih kecil dari target RPJMD sebesar 17,74%.Penurunan kemiskinan pada tahun 2018 memang telah melampaui target RPJMD, akan tetapi dalam rancangan RPJMD Jawa Tengah Tahun 2018-2023, pada tahun 2019, Kebumen diproyeksikan sudah menjadi daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Jawa Tengah. Hal ini merupakan tantangan dan perlu menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, pada tahun 2019-2020 penekanan penurunan angka kemiskinan diharapkan dapat diturunkan sesuai angka target RPJMD, yaitu 16,98% pada tahun 2019 menjadi 16,22% pada tahun 2020 atau turun sebesar 0,76%. Target ini akan dapat tercapai dengan perhitungan minimal 10.000 individu miskin dientaskan dari kemiskinan dengan intervensi program/kegiatan penanggulangan kemiskinan berbasis data by name by address.

Dalam kesempatan ini, Bupati kebumen juga ingin memberikan penekanan terhadap beberapa kegiatan pada tahun 2020, di antaranya :

1. Tindak lanjut pembangunan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong, dengan target pada tahun 2020 menuju status Global Geopark; 

2. Pembangunan kawasan industri dimana pada tahun 2019 diharapkan sudah mulai terealisasi untuk pembangunan tahap I seluas 40 Ha. Mewujudkan Kawasan Industri (dari perijinan, pengelolaan sampai penyediaan infrastruktur pendukung) untuk meningkatkan investasi daerah, menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan.

3. Penyelesaian pembangunan Jalur Jalan Lintas Utara (JJLU), penyelesaian kekurangan JJLU sepanjang 10,35 km pada tahun 2020.

4. Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Tahun 2019 diharapkan pelaksanaannya sudah dirintis dengan anggaran yang sudah tersedia di OPD-OPD terkait, sedangkan pada tahun 2020 untuk disempurnakan kelengkapannya. Mall Pelayanan Publik ini menjadi etalase pelayanan yang akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan dokumen-dokumen publik di dalam 1 tempat sekaligus diharapkan akan lebih mendorong kemudahan investasi di Kebumen.