Polling

Bagaimanakah Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Upaya Pemkab Kebumen untuk menjadikan Geopark Karangsambung-Karangbolong sebagai Geopark Nasional semakin mendekati kenyataan. Setelah dokumen usulan geopark diajukan kepada tim penilai Geopark Nasional, Selasa (23/10). Pemkab Kebumen melakukan paparan di hadapan tim penilai peningkatan geopark lokal menuju geopark nasional.

Paparan dilakukan oleh Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bap3da) Ir. H. Djoenedi Faturohman M.Si. dalam acara Penilaian Kenaikan Status dan Evaluasi Geopark Nasional di Hotel Saripan Pacific Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Wakil Bupati Kebumen hadir langsung dalam acara yang dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Maritim Dr. Ir. Safri Burhanuddin DEA. sekaligus menandatangani komitmen pengembangan geopark oleh pemerintah daerah yang disaksikan oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia UNESCO Prof. Dr Arief Rahman.

Sementara itu, paparan Inspiring Geopark Karangsambung-Karangbolong memantik perhatian para tim penilai yang terdiri atas ahli bidang pengembangan geopark, ahli bidang pengembangan kawasan geopark, bidang perencanaan kawasan, hingga ketua jaringan geopark Indonesia. Kepala Bap3da Kab. Kebumen memaparkan inspiring geopark yang mengangkat tema "fosil" subduksi jaman Kapur-Paleosen (bagian utara) di daerah 

Karangsambung dengan bukti-bukti singkapan batuan yang berasal dari bagian Lempeng Samudera India-Australia dan Lempeng Benua Eurasia.

Geopark Karangsambung – Karangbolong meliputi kawasan seluas 543.599 Km2 yang mencakup 12 kecamatan dengan 117 desa mempunyai morfologi yang bervariasi mulai dari perbukitan, lembah, pedataran sampai pantai.