Profil Kesejahteraan Kabupaten Kebumen Tahun 2025
Profil Kesejahteraan Kabupaten Kebumen Tahun 2025
Bapperida Kabupaten Kebumen merilis Profil Kesejahteraan Kabupaten Kebumen Tahun 2025. Kabupaten Kebumen mencatat tingkat kemiskinan 13,58%, turun dari 15,71% di 2024. Penurunan sebesar 2,13 poin persentase ini tercatat sebagai penurunan kemiskinan terbesar di seluruh Pulau Jawa. Jika menengok perjalanan lima tahun terakhir, angka kemiskinan Kebumen sempat berada di puncak 17,83% pada 2021. Kini, dalam rentang singkat, angka itu menurun drastis. Sebuah lompatan yang menegaskan arah pembangunan yang kian berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Namun, di level regional, posisi Kebumen masih menempati urutan di atas Brebes (14,15%), sementara kabupaten tetangga seperti Wonosobo (13,34%), Pemalang (13,32%), dan Banjarnegara (13,28%) sudah lebih rendah. Fakta ini menjadi cermin sekaligus pengingat: perjuangan belum selesai, dan jalan panjang pengentasan kemiskinan tetap harus ditempuh dengan konsistensi. Di sisi lain, garis kemiskinan meningkat dari Rp390.599 (2021) menjadi Rp502.841 (2025), seiring kenaikan harga kebutuhan pokok. Tantangan ini menegaskan pentingnya strategi pembangunan yang bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga menjaga daya beli dan kualitas hidup masyarakat. Sebagaimana filsuf Yunani pernah berujar, “Keadilan adalah keseimbangan antara kebutuhan dan kebaikan bersama.” Maka, penurunan besar ini bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk memastikan keadilan sosial benar-benar hadir dalam kehidupan warga Kebumen.
