Kegiatan NURANI Nuturi Rohani, menguatkan Rohani, Memantaskan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Ust. Muh. Alif Mucharrom, S.Ag., M.Pd.
Kegiatan NURANI Nuturi Rohani, menguatkan Rohani, Memantaskan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Ust. Muh. Alif Mucharrom, S.Ag., M.Pd.
Dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan 1447 H, Bapperida Kebumen mengajak seluruh karyawan karyawati untuk bersama-sama menguatkan rohani dan memantaskan diri melalui kegiatan pembinaan rohani pada hari ke 2 bulan Ramadhan. Mempersiapkan supaya ASN Bapperida dalam bekerja lebih bermakna untuk meningkatkan nilai spiritual dalam mewujudkan pelayanan publik yang berintegritas. (20/2).
Kali ini siraman rohani mengkaji tentang lima tingkatan hati. Hati manusia memegang peran penting atas perilaku manusianya sendiri.
Tingkatan paling rendah adalah 'basyiroh' atau mata batin. Mata hati memiliki fungsi menerima pengetahuan agar dapat membedakan yang baik dan buruk.
Tingkat kedua adalah 'dhomir' atau moral. Fungsi moral adalah mengeluarkan satu perintah dari apa yang diperoleh mata hati. Yaitu, perintah untuk melakukan sesuatu atau melarang suatu perbuatan.
Tingkat hati ketiga, adalah Fuad. Yaitu, hati sebagai hakim atas tindakan kita. Manusia yang masih mendengar 'Fuad' dalam hatinya itu termasuk umat yang harus bersyukur. Sebab, masih ada teguran dari hatinya sendiri kalau ada perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Tingkatan keempat hati adalah 'Asror'. 'Asror' adalah kekuatan misterius yang ada dalam hati manusia. Namun, tidak semua manusia memiliki 'Asror' dalam dirinya.
Dan Tingkatan kelima yakni Latifah. Latifah ini merupakan sesuatu yang lembut yang ada di dalam hati. Fungsinya untuk menerima berita-berita dari langit. Namun, tidak semua orang memiliki hal ini.Tingkatan terakhir ini membutuhkan latihan agar ada dalam hati.
Tingkatan Kondisi Hati, Selain lapisan struktural di atas, dalam Al-Qur'an dan hadits, hati manusia juga diklasifikasikan berdasarkan kondisinya:
Qolbun Salim: Hati yang bersih, sehat, selamat dari syirik dan penyakit hati, serta tunduk kepada Allah; Qolbun Maridh: Hati yang sakit, beriman namun masih memiliki penyakit seperti iri, dengki, dan nifak dan Qolbun Mayyit: Hati yang mati, tidak mengenal Tuhannya, tertutup dari hidayah, dan menolak kebenaran.
Dari pembahasan tingkatan ini kita bisa mengetahui posisi hati kita. Mengajak untuk terus introspeksi diri. Hati yang sehat tidak didapat sekali jadi, tapi melalui kesadaran terus-menerus untuk memperbaiki diri. Dengan menyadari kesalahan, segera bertaubat, memperbanyak zikir dan sholat, hati seseorang bisa kembali.
