Musrenbang RKPD Kabupaten Kebumen tahun 2022
Musrenbang RKPD Kabupaten Kebumen tahun 2022
Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menyelenggarakan Musrenbang RKPD Kabupaten Kebumen tahun 2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen hari ini (31/3). Kali ini tema yang diusung adalah Peningkatan Kualitas Infrastruktur Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Serta Penerapan Open-Gov Dan Pengembangan Sistem Pendidikan Dan Kesehatan Adaptif Bencana.
Hadir Bupati Kebumen dan Wakil, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah dan asisten, Staf ahli Bupati, Kepala OPD,Bappeda Kabupaten Tetangga, Camat, Para Pimpinan Perguruan Tinggi, BUMD, Ormas, LSM dan Organisasi Profesi. Kali ini penyelenggaraan ini di bagi menjadi 2 tempat, untuk kecamatan dan delegasinya bertempat di gedung setda, baik secara luring dan daring guna menerapkan protokol kesehatan.
Beberapa point penting dalam arahan dan penyampaian Bupati terkait strategi penanggulangan kemiskinan sebagai kegiatan prioritas tahun 2022. Adalah sinergitas seluruh stakeholder dan peningkatan partisipasi masyarakat serta optimalisasi sumber daya berbasis kearifan lokal dan melalui peningkatan sinergitas dan koordinasi seluruh stakeholder. Replikasi praktek-praktek program penanggulangan kemiskinan yang diinisiasi oleh masyarakat terbukti berhasil baik dalam pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan prioritas untuk pengembangan agrobisnis juga mempunyai stategis khusus antara lain Penguatan Kapasitas Teknis Kelembagaan Pertanian, Pengembangan Pertanian Berbasis Kawasan dan/ atau Korporasi melalui DAPAT (Dana Afirmasi Pengembangan Agribisnis Terpadu),Pengembangan Komoditas Bernilai Tinggi dan Pengembangan Produk Olahan Pertanian.
Program DAPAT dipilih adalah sebagai Inovasi Pengembangan agrobisnis secara integratif dan berkelanjutan di setiap kecamatan/kawasan. Sebagai kategorinya adalah Komoditas unggulan yang tahan krisis, mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada baik SDM maupun SDA (potensi wilayah),Supply (bahan baku, SDM, faktor produksi lain) dan demand (pembeli, pasar) jelas, Padat karya melibatkan masyarakat miskin, dan mengutamakan produk/komoditas yang sudah ada yang perlu pengembangan lebih lanjut.
Adapun komoditas ini berdasarkan kecamatan adalah sebagai berikut:
Komoditas Unggulan Sektor Perkebunan
Kelapa Genjah Entog (Kec. Alian, Kec. Buluspesantren)
Kopi (Kec. Pejagoan)
Tembakau (Kec. Prembun)
Tembakau Dan Kopi (Kec. Karanggayam)
Komoditas Unggulan Sektor Tanaman Pangan
Padi Organik (Kec. Rowokele, Kec. Gombong, Kec. Adimulyo, Kec. Kebumen Dan Kec. Bonorowo)
Komoditas Unggulan Sektor Olahan Pertanian
Emping, Kerajinan Bambu (Kec. Ambal)
Gula Kelapa ( Kec. Ayah, Kec. Buayan Dan Kec. Rowokele)
Madu Klanceng (Kec. Kutowinangun)
Oyek, Gula Kelapa, Gula Aren ( Kec. Sadang)
Komoditas Unggulan Sektor Peternakan Dan Perikanan
Domba (Kec. Kebumen)
Sapi Po Kebumen (Kec. Klirong)
Lele ( Kec. Kuwarasan)
Nila ( Kec. Poncowarno)
Gurameh (Kec. Bonorowo)
Nila, Lele, Guramih ( Kec. Ayah)
Komoditas Unggulan Sektor Hortikultura
Bawang Merah (Kec. Kuwarasan)
Bawang Merah, Alpukat, Jambu (Kec. Petanahan)
Bengkoang (Kec. Prembun)
Rempah-Rempah ( Kec. Sadang Dan Kec. Padureso)
Ganyong Dan Melinjo (Kec. Kutowinangun)
Jahe Emprit (Kec. Karanganyar)
Jahe Merah (Sruweng)
Durian (Kec. Mirit)
Jambu Kristal (Kec. Puring)
Jambu Kristal, Jambu Madu (Kec. Buluspesantren)
Kelengkeng (Kec. Mirit)
