Rapat evaluasi progress kegiatan operasional RMU Kutowinangun
Rapat evaluasi progress kegiatan operasional RMU Kutowinangun
Hadir komisaris utama Munsyarif dan direktur Siswara dan tim serta Bappeda Kab.Kebumen. Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau rice milling unit (RMU) di jalan raya Kutoarjo merupakan wujud kolaborasi antara Bank Mandiri dan Pertamina dalam program mendukung petani, terutama pada masa panen dan pasca panen, demi menciptakan skala usaha yang lebih besar dan mampu bersaing di pasar.(10/11)
Pengelolaan RMU ini dilakukan oleh PT Mitra Desa Kebumen (MDK). MDK dibentuk sebagai wujud dari kepedulian pemerintah terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan usaha masyarakat pedesaan. Saham MDK mayoritas dimiliki anak perusahaan BUMN dan sebagian oleh masyarakat di kecamatan Kebumen yang diwakili oleh Gapoktan bersama yang tergabung dalam koperasi Migatani Lestari Mandiri yang beranggotakan 19 Gapoktan.
Keberadaan MDK diharapkan mampu meningkatkan akses para petani dalam hal permodalan, perencanaan tanam yang lebih baik, pemilihan bibit padi unggul, pola tanam dan pemeliharaan yang lebih inovatif, cara panen yang lebih efisien, tingkat pembelian gabah yang lebih baik, mampu mengolah gabah menjadi beras berkualitas tinggi dengan cara yang modern dan channel pemasaran beras yang luas
Dalam operasional bisnisnya MDK secara bertahap dan terprogram menjalankan 4 tahap mewirausahakan petani yaitu:
1. Pra tanam yaitu mempersiapkan petani dengan perencanaan penanaman yang baik terhadap kebutuhan permodalan (KUR/non KUR), pemupukan, pemilihan bibit, metode budidaya terbaik dan peningkatan pengetahuan terhadap deteksi dan identifikasi dan pengendalian hama penyakit. Pada tahap ini para petani juga di data dengan menggunakan sistem logistik tani untuk memonitor track record petani dan dalam proses permohonan kredit secara kolektif kepada bank mandiri
2. Tanam,melakukan pendampingan para petani dalam melakukan kegiatan budidaya mulai dari proses penanaman, pemupukan, pemberantasan hama, membantu penyediaan alat pertanian. secara berkala MDK bersama gapoktan juga akan membuat program percontohan lahan dengan bibit unggulan dan metode tanam yang lebih baik dan modern. tim agrinomis MDK akan berperan aktif dalam kegiatan ini.
3. Panen, tim quality assurance MDK akan membantu para petani memastikan bahwa padi siap panen, membantu proses panen dan bertindak sebagai off taker gabah petani. bagi para petani yang memperoleh KUR , makan gabah hasil panen wajib dijual/disetorkan pada MDK dengan harga pasar yang wajar
4. Pasca panen, tim produksi (termasuk QA) memastikan bahwa pembelian bahan produksi telah sesuai dengan kualitas yang dipersyaratkan, proses produksi dengan operasional yang efisien, jenis varian beras sesuai permintaan pasar dan packing yang menarik dan menerapkan manajemen resiko terhadap proses produksi dan penjualan agar kinerja MDK tetap agresif namun tetap hati-hati.
