Pelatihan Kader Petani Petandu Kabupaten Kebumen
Pelatihan Kader Petani Petandu Kabupaten Kebumen
Pelatihan Kader Petani Petandu Kabupaten Kebumen diselenggarakan oleh Bappeda di hotel Mexolie pagi ini (2/3). Hadir dalam hal ini Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam dan Infrastruktur, DPUPR dan Khusnul Khotimah Koordinator TPM-IPDMIP.
Dalam Paparan Koordinator TPM-IPDMIP ibu Khusnul menjelaskan terkait Petani Petandu. Petandu adalah Petani Pemandu, Kader fasilitator dari masyarakat petani yang berperan dalam meneruskan keberlanjutan tugas program pendampingan yang berasal dari dan oleh petani masyarakat setempat dan keberadaan merupakan salah satu exit strategi dari program IPDMIP.
Program pendampingan itu sendiri adalah sebagai pemberdayaan P3A(Perkumpulan Petani Pemakai Air)/GP3A(Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air)/(Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air)IP3A bertujuan antara lain 1) mampu menjalankan dan memerankan tugas dan fungsinya sebagai fasilitator, dinamisator, motifator dan katalisator dalam proses pemberdayaan aspek kelembagaan, teknis dan keuangan/ekonomi sesuai kebutuhan. 2) Membangun mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek pengelolaan sumberdaya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama. 3) Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama, peran serta perempuan dan kader-kader pertanian beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSI. 4) Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Komisi Irigasi, KPL, dan kelembagaan lainnya.
Dan pada sesi paparan DPUPR Bapak Puguh Supriyanto menjelaskan terkait Pengembangan Pengelolaan Sistem Irigasi Dalam Rangka Pelatihan Kader Petani Petandu Kabupaten Kebumen. Pada Pengembangan Dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif di Kabupaten Kebumen tahun 2021 sudah terbentuk dan terbina sebanyak 88 P3A yaitu dari Daerah Irigasi Sempor,Daerah Irigasi Wadaslintang Barat, Daerah Irigasi Kaligending, Sumadyo Ambangun Ekonomi Sindut, Daerah Irigasi Bedegolan, Karangmulyo, Daerah Irigasi Pesucen, Daerah Irigasi Pringtutul,Daerah Irigasi Saluran Sekunder Kedungwaton dan Daerah Irigasi Bantar.
Puguh juga menjelaskan bahwa ruang lingkup Pengembangan Pengelolaan Sistem Irigasi ini adalah kegiatan pengembangan penyediaan jaringan irigasi di wilayah tertentu yang belum ada jaringan irigasinya, peningkataan fungsi dan kondisi jaringan irigasi yang sudah ada atau kegiatan menambah luas areal pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada, pengelolaan upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, dam pemeliharaan Upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna dan Rehabilitasi Kegiatan perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula.
